It's Cormoran Strike era!


Pertengahan Juni 2014 kemarin, Robert Galbraith (a.k.a JK Rowling) sudah mengumumkan kalau sekuel The Cuckoo's Calling akan segera rilis di U.K dan USA. Selang empat bulan kemudian, Gramedia segera mengeluarkan edisi terjemahan sekuel tersebut pada bulan Oktober 2014. Judul novel kedua dari kisah detektif asal Inggris ini diberi nama The Silkworm atau Ulat Sutra.
gramedia.tumblr.com


Saya termasuk salah satu pengagum setia JK Rowling, semua karyanya sudah saya lahap habis, mulai dari kisah epik Harry Potter --termasuk sidekick storynya, The Casual Vacancy, dan The Cuckoo's Calling. Jadi, setelah tau kabar kalau Jo--panggilan JK Rowling, akan merilis sekuel dari cerita detektif itu, segeralah saya mencari info sana-sini tentang jadwal rilisnya.
Tetapi...miris! Selama Oktober-November, banyak banget kerjaan yang gak bisa saya tinggal. Sampai-sampai saya lupa kalo si Ulat Sutra bakalan hadir di Jakarta bulan Oktober. Sampai akhirnya agak nyesel karena gak bisa pre order kayak The Cuckoo's Calling atau Casual Vacancy. Hiks!
Semua kekecewaan saya terima dengan legowo dan lapang dada. Saya pasrah deh karena sudah gak bisa pre order lagi, jadi saya berencana buat beli "biasa" aja, gak apa kalaupun gak bisa baca duluan sebelum dicetak beratus-ratus eksemplar, yang penting bisa baca kisahnya.
Ternyata, Allah berkata lain. Akhir Desember sekitar tanggal dua puluh empat adalah hari terakhir saya kerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Dan ternyata..jeng jeng!! Beberapa kolega saya ngasih saya kado The Silkworm english edition!!! Waah.. so indescribably happy!!! Bersyukur sekali ternyata Allah punya rencana lain buat saya. Kekecewaan gak bisa pre order kemarin, diganti dengan edisi orisinil The Silkworm! Yap! Akhirnya saya menghabiskan masa-masa setelah saya resign untuk 'kencan' dengan Cormoran Strike. How lovely!.

Okelah, saya akan berbagi sedikit bocoran tentang novel keren ini. Tapi sebelumnya, buat para pembaca yang belum baca novel sebelumnya, mendingan baca dulu ya, supaya akrab sama penokohan yang ada di situ. Tokoh utama di novel ini masih sama, yaitu detektif Cormoran Strike dan asistennya Robin Ellacott. Karena mereka sudah berhasil memecahkan misteri pembunuhan model cantik Lula Laundry, Strike dan Robin jadi terkenal ahli buat mecahin kasus-kasus pembunuhan yang gak biasa. Dan pada suatu ketika, seorang perempuan bernama Leonora Quine datang untuk meminta Strike mencari suaminya, Owen Quine, yang sudah hilang tanpa kabar. Berbekal info yang dikasih Leonora, Strike mulai approach ke beberapa kenalan dan rekan kerja Owen.  
http://www.hypable.com/
Fyi, Owen adalah penulis novel fiksi yang terkenal dengan kontroversinya. Owen gak hanya nulis novel berdasar imajinasinya, kadang juga melibatkan kisah-kisah orang terdekatnya. Kebayang dong gimana banyaknya orang yang protes karena ceritanya dibuat jadi kisah fiksi, dibuat hiperbola pula!. Strike akhirnya bingung karena si Owen ternyata musuhnya lumayan banyak. Hal itu bikin Strike gak bisa dapet pencerahan buat cari tau dimana keberadaannya. Banyak rumor yang beredar, tapi semuanya salah.
Beberapa orang yang banyak ambil peran dalam hidup si novelis ini antara lain Leonora, istrinya; Kathryn Kent, kekasih gelapnya; Pippa Midgley, "anak didiknya"; Elizabeth Tassel, agensinya; Jerry Waldegrave, editornya; Daniel Chard, publishernya; dan saingan penulis yang pernah jadi teman baiknya, Michael Fancourt.
offerhop.net

Akhirnya, setelah beberapa pekan menginvestigasi orang-orang tersebut, Strike tau kalau Owen punya satu rumah besar di Talgarth Road hadiah dari teman karibnya dulu, Joe North. Memang feeling detektif gak pernah salah. Setelah pergi sendirian ke Talgarth Road dan menemukan rumah tersebut, Strike menemukan Owen Quine sudah mati mengenaskan di salah satu ruangan. Mati diikat, tersayat-sayat, isi perutnya dikeluarkan semua, dan anehnya ada tujuh piring di sekitar mayatnya seakan mayat Owen adalah santapan makan tujuh orang itu. Setelah diselidiki berhari-hari, Strike sudah merasa kalau ini semua adalah pembunuhan berencana. Semuanya rapi, bahkan tetangga sekitar rumah itu gak ada yang tau kalau ada mayat yang sudah membusuk berhari-hari di situ. Strike tau, dia sedang berhadapan dengan pembunuh super handal dan pinter, beda dengan kasus Lula Laundry.
becuo.com

 Berhari-hari Strike investigasi dan wawancara setiap orang yang terlibat, tapi juga belum ada petunjuk yang bisa mengarahkan ke si pembunuh. Deadlock! Bahkan polisi yang menangani kasus Owen langsung menetapkan Leonora sebagai tersangka, karena Leonora gak pernah bisa tenang sewaktu di wawancara dan ada beberapa bukti kuat yang memperlihatkan kalau 80% kemungkinan pembunuhnya adalah dia. Tapi Strike punya feeling (lagi-lagi feeling) kuat kalau Leonora bukan pembunuhnya. Memang sih kalau setiap ada suami atau istri mati dibunuh, yang patut dicurigai ya pasti pasangan mereka. Selain itu, hubungan Leonora dan Owen memang gak harmonis. Makin yakinlah polisi-polisi Inggris buat menahan Leonora.

Pusing karena kliennya terus-terusan diinvestigasi polisi, Strike berusaha makin keras untuk cari tau siapa pembunuh Owen. Sampai akhirnya dia baca novel terakhir yang belum sempat dirilis karangan Owen, judulnya Bombyx Mori yang dalam bahasa Latin artinya The Silkworm. Strike bukan orang yang suka baca novel, apalagi novel fiksi sadis kayak gitu. Tapi karena kasus pembunuhan sempurna ini gak menemukan petunjuk berharga, terpaksa dia baca sampai habis. Ternyata setelah dia baca sampai selesai, pembunuhan si tokoh utama sama persis kayak pembunuhan Owen Quine! Dan setelah dia telaah, tokoh-tokoh utama di novel ini ada tujuh karakter, lalu dia ambil kesimpulan bahwa setiap satu karakter merepresentasikan tujuh orang yang banyak terlibat dalam hidupnya si Owen. Dengan bantuan asistennya, Robin, Strike juga mulai menginvestigasi tetangga-tetangga di sekitar TKP secara detail. Sampai-sampai kisah percintaan Robin dan tunangannya nyaris kandas karena Robin terlalu sibuk urus kasus pembunuhan daripada urus pernikahannya sendiri.
Akhirnya, semua investigasi jadi jelas setelah Strike menghubungkan karakter di novel dengan orang-orang terdekat Owen. Tapi sampai halaman 428, saya masih aja gak bisa menebak siapa pembunuhnya karena semua karakter yang dicurigai punya alibi yang kuat. That's one of the reasons you should read this thrilling novel, karena gak ada celah buat pembaca untuk berasumsi siapa pembunuhnya.
davesrightmind.deviantart.com

Setelah enam hari tanpa jeda, saya baru bisa menyelesaikan si Ulat Sutra, akhirnya memang twist banget. Gak kepikiran aja kalau "doi" yang membunuh si novelis Owen. Haha gak akan saya kasih tau di sini lah siapa pembunuhnya, nanti spoiler kan jadi gak seru!
ibtimes.co.uk

Overall, saya jauh lebih suka buku kedua ini dibanding yang pertama, The Cuckoo's Calling. Novel sekuel ini unik, karena ada novel di dalam novel. Jo Rowling seakan memaksa kalau kita mau tau siapa pembunuh Owen, maka kita harus baca novel "buatan" Owen, Bombyx Mori. Hebatnya, Jo gak sembarangan membuat cerita Bombyx Mori, jadi pembaca benar-benar merasa kalau novel Bombyx Mori itu beneran ada, bukan akal-akalan JK Rowling. Saya juga suka di setiap kesaksian ketujuh orang yang saya sebutkan di awal semuanya punya alibi dan motif yang kuat buat dicap sebagai "innocence". Dan yap..mungkin era Cormoran Strike nantinya akan jadi era detektif baru di dunia, bersaing dengan English legend detective from 1887, Sherlock Holmes!
post signature

Comments

Popular posts from this blog

Laki-Laki yang Kawin dengan Peri dan 16 Cerita Pendek Lainnya di Tahun 1995

Tsukuru Tazaki: Yang Tenggelam di Dasar Laut Dingin Bernama Sepi

Cinta-Cintaan Ironi dan Tragis ala Eka Kurniawan