Cinta-Cintaan Ironi dan Tragis ala Eka Kurniawan


Setelah lama sekali merilis kumpulan cerita pendek berjudul Corat-Coret di Toilet, Eka kembali mengeluarkan tiga belas cerita pendek yang dibukukan dengan judul Cinta Tak Ada Mati. Dengan desain sampul Eko Nugroho, Eka kembali menyeret pembaca kepada cerita-cerita cinta tragis, mistis, menyentuh, menyindir, dan penuh misteri. Beberapa cerita yang berkesan bagi saya, diantaranya:




  • Kutukan Dapur

Seorang wanita yang terinspirasi dari sepenggal kisah masa kolonial. Ia ingin membebaskan dirinya dari kutukan tempat tidur dan dapur.

  • Cinta Tak Ada Mati

Mardio adalah lelaki yang dibutakan cinta. Ia akan selalu mencintai Melatie walaupun tak bisa memilikinya. Ketika Melatie harus berpindah ke dunia lain, Mardio kacau, ingin juga mati tapi tak kunjung mati.

  • Mata Gelap

Ini adalah kisah favorit saya! Bercerita tentang Si Mata Gelap yang kehilangan mata, hidung, telinga, mulut, bahkan kemaluannya karena skandal politik memalukan yang ia ketahui. Kisah yang diceritakan dengan ironi dan sedikit kejam.

  • Bau Busuk

Cerita pendek ini sepertinya merupakan sindiran kondisi sosial era millennium. Dimana orang-orang berdosa dihabiskan dengan brutal. Mayat bergelimpangan dimana-mana, bau busuk menyeruak ke seluruh penjuru kota. Namun, tidak ada satu manusiapun yang merasa terganggu. Kenapa? Karena mereka tau bahwa mereka “tak bersalah” dan “suci”.

-

Pembaca setianya pasti sudah amat familiar dengan gaya bercerita si penulis Manusia Harimau ini, yang sangat khas. Ada salah satu cerita di sini yang penulisannya menggunakan ejaan lama, sangat unik dan tidak biasa. Sebagai anak kelahiran 1991, saya sangat tidak akrab dengan ejaan lawas, tetapi ternyata, setelah selesai menyelesaikan cerpen itu, justru saya tertantang untuk mencari buku-buku dengan ejaan lama. Saya suka menelaah beberapa kata yang atau huruf yang digunakan dan dipadu-padankan pada hukum ejaan lama. Ya, saya justru belajar dari Eka, bukan dari guru bahasa Indonesia saya.

-

Eka selalu menuturkan ironi dengan cara brilian. Keahlian itu, saya pikir, sudah mengalir dalam darahnya.


--
Judul: Cinta Tak Ada Mati.
Penulis: Eka Kurniawan.
Penerbit: Gramedia.
Halaman: 150 halaman.
***

Comments

Popular posts from this blog

Laki-Laki yang Kawin dengan Peri dan 16 Cerita Pendek Lainnya di Tahun 1995

lady in action

It's Cormoran Strike era!