Metamorfosa Adalah Sebuah Kegilaan

Pernah terpikirkah ketika bangun tidur kau berubah menjadi serangga?

-

Gregor Samsa, tokoh utama dalam novella karya Franz Kafka ini pun tidak pernah menyangka. Pagi yang biasanya ia awali dengan bersiap-siap untuk naik kereta menuju kantornya tidak bisa ia lakukan pada hari itu. Karena ketika membuka matanya pagi itu, ia berubah menjadi seekor kumbang.

Tidak ada yang tau mengapa atau bagaimana. Gregor pun tak peduli. Yang ia pedulikan hanya 
bagaimana caranya agar ia bisa naik kereta menuju kantornya. Cukup gila dan ironi ya? Sebegitu kejamkah kapitalisme sehingga metamorfosa tidak biasa itupun tidak dihiraukan Gregor? Siapa yang masih memikirkan bagaimana caranya masuk kantor sementara tubuhmu berubah menjadi kumbang?





Novella ini, bagi saya, menyajikan drama kolot yang diisi sekelompok karakter keras. Hidup sangat konvensional dan konservatif. Gregor memiliki ayah, ibu, dan adik perempuan. Gregor sangat menyayangi mereka semua. Gregor adalah tulang punggung keluarga kecil itu. Ketiga anggota keluarga itu bergantung sepenuhnya pada penghasilan Gregor yang tidak seberapa. Sampai akhirnya, ketika Gregor tiba-tiba bermetamorfosa, ketiga orang itu mulai berpikir dan bekerja keras untuk hidup keluarga yang lebih baik.

Saya masih meraba-raba, pesan apa yang hendak diutarakan Kafka di sini. Apa Kafka benar-benar muak dengan ayahnya, seperti yang dikatakan oleh sejarah? Atau apakah Kafka benar-benar harus mengorbankan diri demi cintanya pada keluarga? Lantas ketika Kafka hilang, atau lebih buruk, berubah menjadi hewan, seluruh keluarganya menjadi hilang arah? Atau...bahagia?



--

Judul: Metamorfosa Samsa.
Penulis: Franz Kafka.
Penerjemah: Sigit Susanto.
Penerbit: BACA.
Halaman: 100 halaman.
***

Comments

Popular posts from this blog

Laki-Laki yang Kawin dengan Peri dan 16 Cerita Pendek Lainnya di Tahun 1995

lady in action

It's Cormoran Strike era!