Menggenapi Rindu
Beberapa hari lalu, saya baru saja menyelesaikan satu novel berjudul Rindu, karangan Tere Liye. Yap, siapa sih yang gak kenal Tere Liye? Beliau adalah salah satu penulis yang ahli menyisipkan pesan-pesan moral religius di setiap ceritanya. Setelah terbit novel sci-fi beliau yang berjudul Bumi, sekarang terbitlah novel Rindu yang menjadi Top 10 Books di beberapa toko buku hits di Indonesia. Butuh waktu sekitar dua minggu untuk saya rampungkan. Bukan karena bukunya terlalu tebal, tapi saya asyik mencatat beberapa quotes dari Tere Liye!.
![]() |
| google.com |
Novel ini berkisah pada tahun 1938, tahun dimana orang-orang Indonesia masih menggunakan kapal pesiar untuk berangkat ke tanah suci. Tadinya, saya pikir ceritanya akan membosankan, karena cuma bersetting di atas kapal saja. Tapi ternyata justru di situlah sisi menariknya. Tere Liye membuat pembaca mengenal seluk beluk kapal pesiar sampai ke bagian terkecilnya. Saya pun sampai ikut menelusurinya melalui imajinasi saya. Tapi, kalau ditelaah, rutinitas di kapal ya itu-itu saja, dari mulai makan pagi, shalat lima waktu, sekolah anak-anak, mengaji, makan siang, makan malam, turun ke pelabuhan beberapa kota, dst. memang rasanya sedikit ngebosenin karena gak ada aktivitas lain yang bisa dilakukan si karakter-karakter di situ. Nah...bukan Tere Liye namanya kalau gak bisa menyusupkan bumbu-bumbu konflik dan dialog menarik di dalamnya. Jadi, apapun situasi di kapal, rasanya aktivitas mereka cuma gimmick, karena dialog dan konfliknya lebih berbobot dan pembaca pasti akan fokus ke dialog para karakter tersebut.
Plot novel Rindu juga gak perlu ditanyakan lagi, sudah pasti apik! Dan yang membuat saya tertarik membaca novel ini adalah nama-nama karakter yang gak biasa. Kalian kenal Anna dan Elsa kan? Yang akhir-akhir ini wajahnya seliweran di mana-mana akibat film animasi garapan Disney yang berjudul Frozen?
![]() |
| fanpop.com |
Nah, di novel Rindu ini, ada dua karakter anak-anak yang juga dinamakan Anna dan Elsa, mereka juga kakak-beradik...persis kan?! Tapi, sudah pasti Anna dan Elsa buatan Tere Liye adalah Anna dan Elsa yang rajin shalat, pintar mengaji, banyak ingin tahu, nurut sama kedua orang tua, ya..idealnya anak-anak idaman setiap orang tua deh!
Selain itu, nama tokoh kapten kapal pesiar di novel Rindu adalah Kapten Phillips! Pasti langsung kebayang muka Tom Hanks di film Captain Phillips kan? Haha...
![]() |
| daniel-patz.com |
Tere Liye menampilkan lima kisah yang menjadi inti dari perjalanan mereka ke Baitullah. Ada kisah dari perempuan guru ngaji Anna dan Elsa yang punya masa lalu kelam, ada kisah ulama mahsyur yang belum bisa menerapkan apa yang ia yakini--hingga beliau menganggap dirinya munafik, ada cerita laki-laki yang membenci orang yang seharusnya ia sayang, lalu kisah tentang cinta sejati pasutri lansia yang harus terpisah karena ajal, dan kisah paling brilian dari novel ini-- tentang awak kapal yang mempertanyakan makna kesabaran dan melepaskan cinta sejati. Ihiy!
Tapi, ada satu bagian yang kurang membuat saya tertarik, yaitu bagian kapal pesiar tersebut dibajak perompak Somalia (nah, keinget cerita Captain Phillips-nya Tom Hanks lagi kan?), bukan karena ceritanya mirip film Captain Phillips, tapi karena Tere Liye sudah membuat novel ini amat sangat manis dari awal. Walaupun sebenarnya bagian ini menjadi klimaks salah satu kisah dari lima kisah tadi, saya tetap gak terbawa emosi, feelnya gak dapet. Mungkin karena semua alur dan kejadiannya berjalan sempurna, jadi saya tahu kalau klimaks yang satu ini sudah pasti sempurna. No plot twist.



Comments
Post a Comment